TUGAS MATA KULIAH TEKNOLOGI INFORMASI
ANALISIS GEOSPASIAL
Proper seaweed culture area based on water capacity at Desa Arakan Minahasa Regency
“Kesesuaian Areal Budidaya Rumput Laut Berdasarkan Kapasitas Perairan Desa Arakan Kabupeten Minahasa Selatan”
Disusun Oleh:
Muhammad Nur Sihabuddin 26010212130078
PROGRAM STUDI BUDIDAYA PERAIRAN
FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2013
Proper Seaweed Culture Area Based On Water Capacity At Desa Arakan Minahasa Regency
“Kesesuaian Areal Budidaya Rumput Laut Berdasarkan Kapasitas Perairan Desa Arakan Kabupeten Minahasa Selatan”
Handy Burase, Robert J. Rompas, Edwin L. A. Ngangi
PENDAHULUAN
Rumput laut merupakan salah satu komoditas perikanan Indonesia yang memiliki 782 jenis rumput laut, dimana 18 jenis (lima genus) sudah diperdagangkan hampir di seluruh perairan Indonesia. Penentuan areal budi daya rumput laut secara tepat merupakan salah satu kunci keberhasilan usaha. Teknologi sistem informasi geografi (SIG) menjadi pilihan yang baik dalam menentukan kesesuaian areal budi daya rumput laut (Samad 2011). SIG dapat memadukan beberapa data dan informasi tentang budi daya perikanan dalam bentuk lapisan (layer) yang nantinya dapat ditumpang lapiskan (overlay) dengan data lainnya, sehingga menghasilkan suatu keluaran baru dalam bentuk peta tematik yang mempunyai tingkat efisiensi dan akurasi yang cukup tinggi dan dapat membantu dalam proses pengambilan keputusan yang tepat.
Tujuan penelitian di perairan laut Desa Arakan yaitu menyajikan data parameter fisika kimia, data luasan budi daya yang layak, peta kesesuaian areal, daya dukung perairan, dan potensi produksi rumput laut.
BAHAN DAN METODE
Metode penelitian merupakan pendekatan spasial dengan mengukur langsung di lapangan (in situ) dan analisis di laboratorium. Parameter perairan yang diukur yaitu: suhu, arus, kedalaman, substrat, kecerahan, pasang surut, pH, DO, salinitas, nitrat, dan fosfat. Penentuan titik pengukuran dan pengambilan sampel air dilakukan secara purposive (Nasution 2001), dengan sepuluh stasiun yang mewakili perairan Desa Arakan. Pengambilan data dilakukan setiap 14 hari (2 minggu). Data parameter kualitas air akan dibandingkan dengan baku mutu air untuk biota air laut yang ditetapkan oleh Kepmen. LH No. 51/2004 tentang bakumutu air laut dan persyaratan kualitas air untuk biota laut.
Analisis kesesuaian areal untuk budi daya rumput laut melalui beberapa tahapan, yaitu: 1) menentukan nilai dari tiap parameter dengan membuat matriks yang memuat skor dan bobot; 2) data tiap parameter dimasukkan atau didigit ke dalam peta sehingga diperoleh peta tematik; 3) dengan teknik tumpang susun (overlay) diperoleh total nilai; 4) total nilai disesuaikan dengan range kelas dengan perhitungan menurut Rauf (2007) sebagai berikut:
