Minggu, 12 Januari 2014

TUGAS MATA KULIAH TEKNOLOGI INFORMASI ANALISIS GEOSPASIAL

TUGAS MATA KULIAH TEKNOLOGI INFORMASI
ANALISIS GEOSPASIAL


 Proper seaweed culture area based on water capacity at Desa Arakan Minahasa Regency
 “Kesesuaian Areal Budidaya Rumput Laut Berdasarkan Kapasitas Perairan Desa Arakan Kabupeten Minahasa Selatan”








Disusun Oleh:


Muhammad Nur Sihabuddin   26010212130078



PROGRAM STUDI BUDIDAYA PERAIRAN
FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2013






 Proper Seaweed Culture Area Based On Water Capacity At Desa Arakan Minahasa Regency
“Kesesuaian Areal Budidaya Rumput Laut Berdasarkan Kapasitas Perairan Desa Arakan Kabupeten Minahasa Selatan”

 Handy Burase, Robert J. Rompas, Edwin L. A. Ngangi


PENDAHULUAN

Rumput laut merupakan salah satu komoditas perikanan Indonesia yang memiliki 782 jenis rumput laut, dimana 18 jenis (lima genus) sudah diperdagangkan hampir di seluruh perairan Indonesia. Penentuan areal budi daya rumput laut secara tepat merupakan salah satu kunci keberhasilan usaha. Teknologi sistem informasi geografi (SIG) menjadi pilihan yang baik dalam menentukan kesesuaian areal budi daya rumput laut (Samad 2011). SIG dapat memadukan beberapa data dan informasi tentang budi daya perikanan dalam bentuk lapisan (layer) yang nantinya dapat ditumpang lapiskan (overlay) dengan data lainnya, sehingga menghasilkan suatu keluaran baru dalam bentuk peta tematik yang mempunyai tingkat efisiensi dan akurasi yang cukup tinggi dan dapat membantu dalam proses pengambilan keputusan yang tepat.
Tujuan penelitian di perairan laut Desa Arakan yaitu menyajikan data parameter fisika kimia, data luasan budi daya yang layak, peta kesesuaian areal, daya dukung perairan, dan potensi produksi rumput laut.



BAHAN DAN METODE

Metode penelitian merupakan pendekatan spasial dengan mengukur langsung di lapangan (in situ) dan analisis di laboratorium. Parameter perairan yang diukur yaitu: suhu, arus, kedalaman, substrat, kecerahan, pasang surut, pH, DO, salinitas, nitrat, dan fosfat. Penentuan titik pengukuran dan pengambilan sampel air dilakukan secara purposive (Nasution 2001), dengan sepuluh stasiun yang mewakili perairan Desa Arakan. Pengambilan data dilakukan setiap 14 hari (2 minggu). Data parameter kualitas air akan dibandingkan dengan baku mutu air untuk biota air laut yang ditetapkan oleh Kepmen. LH No. 51/2004 tentang bakumutu air laut dan persyaratan kualitas air untuk biota laut.
Analisis kesesuaian areal untuk budi daya rumput laut melalui beberapa tahapan, yaitu: 1) menentukan nilai dari tiap parameter dengan membuat matriks yang memuat skor dan bobot; 2) data tiap parameter dimasukkan atau didigit ke dalam peta sehingga diperoleh peta tematik; 3) dengan teknik tumpang susun (overlay) diperoleh total nilai; 4) total nilai disesuaikan dengan range kelas dengan perhitungan menurut Rauf (2007) sebagai berikut:





𝐼= ((Σai.Xn)−(Σai.Xn)min) / 𝑘
Keterangan:
I           = interval klas kesesuaian areal
ai         = Faktor pembobot
Xn       = Nilai tingkat kesesuaian areal
k          = jumlah kelas kesesuaian areal yang diinginkan.
Berdasarkan rumus, diperoleh interval kelas dan nilai (skor) kesesuaian areal sebagai berikut:
83–125= Sangat sesuai (S1)
41–82  = Sesuai (S2)
< 40     = Tidak Sesuai (N)
Analisis daya dukung menggunakan pendekatan oleh Soselisa (2006) yang dimodifikasi Amarulah (2007) in Kamlasi (2008), dimana untuk menduga daya dukung lingkungan dengan membandingkan luas suatu kawasan yang digunakan dengan luasan unit metode budi daya rumput laut:
Daya dukung = D x (LKL : LUM)

Keterangan:
LKL    = Luas kapasitas kesesuaian areal
LUM   = Luasan unit metode
D         = Koefisien budi daya efektif (94%).


HASIL




Gambar 1. Pasang surut perairan Desa Arakan


Gambar 2. Peta kesesuaian areal budi daya rumput laut.



PEMBAHASAN

Hasil analisis kesesuaian areal memperlihatkan bahwa luas areal untuk pengembangan budi daya rumput laut di perairan Desa Arakan menghasilkan dua kategori kesesuaian areal yaitu sangat sesuai sebesar 68,40 ha dan sesuai 66,23 (Gambar 2). Daya dukung untuk mengestimasi jumlah wadah dan potensi produksi yang dapat didukung pada areal yang dapat menunjang budi daya rumput laut. Pendugaan daya dilakukan dengan tiga pendekatan yaitu luas areal budi daya rumput laut, jumlah maksimum wadah budi daya dan potensi produksi rumput laut.
1.      Luas areal budi daya

Luas areal yang sangat sesuai untuk kegiatan budi daya rumput laut sebesar 134,64 ha. Pengembangan usaha budidaya perlu mempertimbangkan areal pemanfaatannya seperti jarak antar wadah dan aktivitas perahu, sehingga didapat angka 8,07 ha atau 6% dari luas sangat sesuai. Oleh karena itu berdasarkan pertimbangan tersebut maka ditentukan luas efektif areal seluas 126,57 ha atau 94% dari luas sangat sesuai.
2.      Jumlah wadah budi daya
Jumlah wadah budi daya untuk pengembangan budi daya rumput laut dengan mempertimbangkan ukuran wadah, jarak antar wadah dan aktivitas perahu maka jumlah wadah dengan ukuran 60 x 20 m2 atau 0,12 ha dengan metode long line yang dapat dioperasikan dalam luas areal yang efektif adalah 1.054 wadah pada luasan areal 126,57 ha.
3.      Potensi produksi rumput laut
Hasil penelitian pertumbuhan rumput laut K. alvarezii di perairan Desa Arakan oleh Gerung et al. (2009) didapat rata-rata pertumbuhan mutlak sebesar 886.5 gram dan rata-rata laju pertumbuhan harian sebesar 5,215%. Bibit yang digunakan berasal dari perairan Desa Arakan dengan berat awal sebesar 100 gram. Maka potensi produksi rumput laut di perairan Desa Arakan dapat diasumsikan sebagai berikut:
  1. arak tanam bibit 25 cm, dan jarak antar tali ris satu meter (Ngangi 2001; Anggadiredja et al. 2006; Parenrengi et al. 2010).
  2. Tali ris sepanjang 60 meter dapat diikat sebanyak 240 bibit, sehingga satu unit budi daya dengan 20 tali ris akan terdapat 4.800 ikatan bibit setiap wadah budi daya.
  3. Pada luasan areal 126,57 hektar dapat dioperasikan sebanyak 1.054 unit budi daya, sehingga jumlah bibit sebanyak ikatan bibit.
  4. 5.059.200 ikatan bibit dengan pertumbuhan mutlak 886.5 gram maka potensi produksi sebanyak 4.484.980.800 gram atau 4.484,98 ton setiap musim tanam.
  5. Setahun 6 musim tanam (Zulham 2007; Tangko 2008), maka potensi produksi pada luasan 126,57 hektar sebanyak 26.909,8 ton per tahun.
  6. Ratio antara berat kering dengan berat basah yaitu 1:8 (Sjafrie & Bahruzin 2000; Coremap II dan Cocon 2012) maka produksi rumput laut kering pada luasan 134,64 hektar sebesar 3.363,7 ton per tahun atau 560,6 ton berat kering per musim tanam.
  7. Potensi produksi rumput laut setiap bulan sebesar 280,3 ton per bulan.
  8. Potensi produksi rumput laut kering berdasarkan luasan per hektar sebesar 26,5 ton/hektar/tahun atau 4,4 ton/hektar/musim tanam.
Hasil perhitungan potensi produksi rumput laut di perairan Desa Arakan pada luas areal yang sesuai (126,57 hektar) sebesar 3.363,7 ton per tahun atau 4,4 ton/hektar/musim tanam. Potensi produksi ini masih sesuai dengan beberapa literatur dan penelitian yang sudah pernah dilakukan, seperti yang terlihat pada Tabel 3.


KESIMPULAN

1.   Perairan Desa Arakan masih dapat dikembangkan pengelolaannya pada areal seluas 126,57 hektar.
2.   Wadah budi daya yang masih dapat dikembangkan di perairan Desa Arakan sebanyak 1.054 wadah.
3. Potensi produksi rumput laut di perairan Desa Arakan sebesar 3.363,7 ton per tahun atau 4,4 ton/hektar/musim tanam.







OPINI TERHADAP JURNAL

TEMA JURNAL 
Berdasarkan jurnal ini dilakukan untuk mengetahui menyajikan data parameter fisika kimia, data luasan budi daya yang layak, peta kesesuaian areal, daya dukung perairan, dan potensi produksi rumput laut yang berada di Perairan Laut Desa Arakan Kabupaten Minahasa Selatan Sulawesi Utara.  
Hasil perhitungan potensi produksi rumput laut di perairan Desa Arakan pada luas areal yang sesuai (126,57 hektar) sebesar 3.363,7 ton per tahun atau 4,4 ton/hektar/musim tanam. Hal ini bias dilakukan dengan mksimal apabila dengan  Teknologi sistem informasi geografi (SIG) menjadi pilihan yang baik dalam menentukan kesesuaian areal budi daya rumput laut (Samad 2011). SIG dapat memadukan beberapa data dan informasi tentang budi daya perikanan dalam bentuk lapisan (layer) yang nantinya dapat ditumpang lapiskan (overlay) dengan data lainnya, sehingga menghasilkan suatu keluaran baru dalam bentuk peta tematik yang mempunyai tingkat efisiensi dan akurasi yang cukup tinggi dan dapat membantu dalam proses budidaya rumput laut.

MANFAAT JURNAL
Manfaat dari jurnal adalah dapat memberikan informasi hasil dari penelitian di perairan laut Desa Arakan yaitu menyajikan data parameter fisika kimia, data luasan budi daya yang layak, peta kesesuaian areal, daya dukung perairan, dan potensi produksi rumput laut.

KOMENTAR
Jurnal Penelitian Kesesuaian Areal Budidaya Rumput Laut Berdasarkan Kapasitas Perairan Desa Arakan Kabupeten Minahasa Selatan” yang diteliti oleh Handy Burase, Robert J. Rompas, Edwin L. A. Ngangi, sangat bermanfaat bagi masyarakat terutama bagi pembudidaya yang tertarik pada jenis rumput laut karena telah memberikan informasi mengenai data parameter fisika kimia, data luasan budi daya yang layak, peta kesesuaian areal, daya dukung perairan, dan potensi produksi rumput laut. Desa Arakan masih dapat mengembangkan pengelolaannya pada areal seluas 126,57 hektar,  wadah budi daya yang masih dapat dikembangkan di perairan Desa Arakan sebanyak 1.054 wadah dan potensi produksi rumput laut di perairan Desa Arakan sebesar 3.363,7 ton per tahun atau 4,4 ton/hektar/musim tanam. Maka dengan hasil penelitian jurnal tersebut dapat dijadikan telaah dalam pengembangan budidaya rumput laut untuk tahun kedepannya.

More Info, Please...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar